Legalisir Ijazah Tanpa Pungutan di Cabang Dinas Wilayah VIII
BIDIKKATA.COM,PAREPARE – Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Munawar, memberikan klarifikasi terkait keberadaan kotak sumbangan yang kini menjadi sorotan, Jumat (10/1/2025).
Ia menegaskan bahwa kotak tersebut bukanlah kotak sumbangan seperti yang dipersepsikan, melainkan “Kotak Sedekah Seribu Sehari” atau yang dikenal dengan program S3.
Menurut Munawar, program ini awalnya diinisiasi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan sebelumnya, dengan tujuan mendorong setiap instansi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyediakan wadah bagi pegawai atau masyarakat yang ingin bersedekah.
“Ini bukan kotak sumbangan, tetapi kotak sedekah. Program ini sudah ada sejak masa Pj Gubernur dulu. Dalam program S3 ini, orang yang bersedekah tidak ditentukan nominalnya, semua sesuai dengan keikhlasan masing-masing,” jelas Munawar.
Ia juga menjelaskan bahwa dana yang terkumpul melalui kotak S3 ini sepenuhnya diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan, seperti korban bencana alam atau kebakaran.
“Tujuannya jelas, dana ini untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan,” tambahnya.
Tidak Ada Pungutan dalam Legalisir Ijazah
Munawar turut meluruskan isu yang berkembang mengenai proses legalisir ijazah di instansinya. Ia menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya terkait legalisir ijazah.
“Kami tidak pernah meminta biaya untuk legalisir ijazah. Kalau pun ada yang ingin bersedekah, kami hanya menyarankan agar mereka memasukkan sedekahnya ke kotak S3, itu pun sifatnya sukarela tanpa paksaan,” ujar Munawar.
Apresiasi untuk Pj Walikota, Akbar Ali
Selain itu, Munawar juga menyampaikan apresiasi kepada Pj walikota parepare sebelumnya, Akbar Ali, atas inisiatif dan perjuangannya yang membawa dampak besar bagi Kota Parepare.
Salah satu capaian bersejarah yang disebut Munawar adalah pengangkatan 1.132 tenaga honorer di Parepare menjadi pegawai tetap.
“Terima kasihlah kepada Pak Akbar Ali, karena atas inisiatif dan perjuangan beliau, sebanyak 1.132 tenaga honorer di Parepare akhirnya bisa diangkat menjadi pegawai tetap. Ini adalah sejarah bagi Parepare,” katanya.