AJPAR Hadir di Kendari, Dorong Pemda dan UMKM Masuk Era Ekonomi Mandiri
BIDIKKATA.COM, KENDARI – Sebuah langkah besar dalam penguatan ekonomi digital berbasis kemandirian bangsa kembali ditunjukkan oleh Putra Muhammadiyah. Melalui peluncuran dan penguatan kapasitas penggunaannya, aplikasi multifungsi AJPAR menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) di Hotel Athaya, Kendari, pada Sabtu (2/8/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari pemerintah daerah maupun dari internal Muhammadiyah.
AJPAR merupakan aplikasi digital karya anak bangsa yang terdiri dari tiga platform utama: AJPAR Customer, AJPAR Driver, dan AJPAR Merchant. Aplikasi ini hadir sebagai solusi digital yang tidak hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga membawa misi besar dalam membendung derasnya aliran dana ke luar negeri akibat dominasi aplikasi asing, serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa di dalam negeri.
Direktur AJPAR, Drs. H. Amran, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa AJPAR lahir dari keprihatinan terhadap fenomena transformasi digital yang justru meminggirkan pelaku usaha lokal. “Kita tidak boleh hanya menjadi pasar, tapi harus berdaulat di negeri sendiri. AJPAR hadir untuk menjadi jawaban atas tantangan itu,” ujarnya.
Tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM, AJPAR didesain untuk bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah daerah. Dengan konsep ekonomi religius dan patriotis, AJPAR membuka peluang sinergi untuk pemanfaatan digitalisasi dalam layanan publik. Aplikasi ini bahkan dapat diberikan secara gratis kepada Pemda untuk mendukung pembayaran berbagai layanan seperti PDAM, PBB, retribusi kebersihan, retribusi pasar, hingga pemasaran produk-produk lokal di marketplace AJPAR.
Hadir dalam kegiatan ToT tersebut, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari, Satriyawan Abu Yasid, S.STP., M.A.P., yang mewakili Wali Kota Kendari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah dan AJPAR sebagai bentuk konkret kontribusi organisasi masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan memberdayakan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, H. Akhmad Aljufri, juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah mendukung penuh inisiatif AJPAR sebagai bentuk ijtihad sosial dan ekonomi. “Kami melihat AJPAR sebagai bagian dari jihad ekonomi Muhammadiyah. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang keberpihakan terhadap bangsa sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PWM Sultra, Dr. Sabarudin Sondeng, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ToT ini merupakan bagian dari gerakan besar Muhammadiyah dalam membina kader-kader muda agar mampu menjadi pelopor di bidang ekonomi digital yang beretika dan berkeadilan.
Dengan semangat kolaborasi dan kemandirian, AJPAR diharapkan mampu menjadi model aplikasi nasional yang tidak hanya memudahkan layanan sehari-hari, tetapi juga menguatkan ketahanan ekonomi lokal dan memperkuat posisi Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi teknologi.