Satu Dekade al-Risalah, Dari Pesantren Kecil Menjadi Kebanggaan Sulbar
BIDIKKATA.COM, SULBAR – Ribuan orang tumpah ruah di Pantai Bahari Polewali sejak pagi hari. Seragam merah menyala mendominasi sepanjang garis pantai hingga jalanan kota. Bukan karena kampanye, bukan pula festival biasa—melainkan perayaan Milad 1 Dekade Pondok Pesantren al-Risalah Batetangnga yang dikemas dalam acara spektakuler bertajuk Fun Walk Bersama Santri.
Target awal hanya 3.000 peserta. Namun, semangat masyarakat dan cinta terhadap al-Risalah melampaui semua dugaan. Lebih dari 10.000 peserta hadir, menciptakan lautan manusia yang penuh semangat dan haru.
Acara ini menjadi simbol 10 tahun perjalanan al-Risalah—dari pondok kecil di pelosok Batetangnga menjadi salah satu pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Sulawesi Barat. Tak heran jika masyarakat Sulbar, khususnya Polewali Mandar, turut hadir menunjukkan dukungan nyata.
Tak hanya santri dan wali, tampak hadir Bupati Polewali Mandar, Wakil Bupati, Sekda, para kepala OPD, hingga jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan kekagumannya:
“Al-Risalah menunjukkan bagaimana lembaga pendidikan bisa tumbuh menjadi kekuatan sosial. Ini bukan sekadar milad, ini adalah momen yang menyatukan semua elemen masyarakat.”
Ketua Yayasan al-Risalah, Dr. Muhammad Ali Rusdi Bedong, S.Th.I., M.H.I., mengaku terharu atas dukungan penuh dari Pemda dan masyarakat.
“Kami hanya berniat sederhana: memperingati milad bersama santri. Tapi ternyata Allah kirimkan ribuan tangan yang membantu. Ini bukan hanya kesuksesan acara, ini adalah tanda keberkahan,” ungkapnya.
Ust. Syarif, M.Ag., selaku Ketua Panitia, pun tak bisa menyembunyikan rasa harunya:
“Yang hadir di luar nalar. Doorprize yang terkumpul, kendaraan yang disumbangkan, dukungan aparat keamanan, semua muncul tanpa diminta. Ini berkah yang tak terhitung.
Acara berlangsung meriah dengan penampilan santri seperti hadrah, drama kolosal, dan tarian daerah. Dipandu oleh MC profesional: Ustadz Junaidi, Ustadzah Sitti Aisyah, dan Ustadz Taufiq Rahman, suasana tetap tertib namun penuh energi.
Doorprize menarik menambah semangat peserta, mulai dari sepeda hingga perlengkapan elektronik. Bahkan, sejumlah peserta mengaku ikut tanpa ekspektasi, hanya karena ingin merasakan kebersamaan yang dibangun pesantren.
Kesuksesan acara juga terdengar hingga media sosial. Salah satu komentar di TikTok berbunyi
“Pondok ini baru 10 tahun, tapi event-nya serasa milik provinsi. Salut untuk kepemimpinannya yang visioner dan penuh keberanian.”
Seorang aparat yang bertugas mengamankan acara juga memberikan kesannya
“Baru kali ini saya melihat kegiatan pesantren sebesar dan setertib ini. Ini menunjukkan al-Risalah bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi pusat penggerak masyarakat.”
Dalam pernyataan resminya, pihak pesantren menutup dengan rasa syukur mendalam:
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak—Pemda, aparat, panitia, wali santri, masyarakat, dan semua yang telah membersamai perjalanan kami hingga titik ini.”
Fun Walk 1 Dekade ini bukan hanya kegiatan fisik, tapi perayaan makna: tentang kebersamaan, perjuangan, dan harapan. Al-Risalah hari ini bukan hanya milik Batetangnga, tapi telah menjadi milik Sulawesi Barat. Dan dari sini, langkah-langkah besar berikutnya akan terus dilanjutkan—bersama umat, untuk umat.