Dari ITH Parepare, Taufan Pawe Tekankan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Generasi Unggul
BIDIKKATA.COM,PAREPARE — Anggota MPR RI yang juga Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Dr. H. M. Taufan Pawe, S.H., M.H., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Aula Kampus Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Kota Parepare, Sabtu 27 September 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh rektorat, civitas akademika, serta ratusan mahasiswa ITH dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan sekaligus meneladani rekam jejak perjuangan Presiden ke-3 RI, mendiang Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibie.
Dalam pemaparannya, Taufan Pawe menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan — yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — bukan sekadar norma teoritis, melainkan landasan berpikir dan bertindak bagi generasi muda penerus bangsa.
Taufan menyebutkan bahwa sosok mendiang BJ Habibie merupakan cerminan utuh dari pengamalan Empat Pilar Kebangsaan tersebut. Rasa cinta tanah air, pengabdian ilmu pengetahuan untuk bangsa, serta komitmen menjaga persatuan Indonesia melekat kuat pada sosok sang teknokrat dunia asal Parepare itu.
“Di dalam diri Bapak BJ Habibie, tercermin secara sempurna pengamalan Empat Pilar Kebangsaan. Beliau membuktikan bahwa dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan karakter yang kokoh, anak bangsa mampu membawa nama Indonesia bermartabat di tingkat dunia,” ujar Taufan di hadapan para mahasiswa.
Di sela-sela pemaparan nilai kebangsaan, Taufan Pawe kembali membuka sejumlah pesan dan impian mendiang BJ Habibie terkait pengembangan kampus ITH Parepare. Menurutnya, pesan-pesan tersebut sarat dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
Di antaranya adalah cita-cita agar mahasiswa ITH mendapat kesempatan mengecap pengalaman akademik internasional di Jerman, dorongan bagi seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk mengirimkan 10 lulusan terbaiknya ke ITH, serta target pengembangan kampus hingga menampung 30.000 mahasiswa.
Taufan juga mengapresiasi ITH yang kini telah berhasil mewujudkan pesan BJ Habibie terkait pembukaan program studi berbasis teknologi pertanian dan pangan, seperti Prodi Teknologi Pangan dan Bioteknologi.
“Saat ini ITH sudah berkembang pesat memiliki 19 program studi. Ini adalah bukti nyata bahwa perpaduan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter dapat melahirkan sarjana unggul yang siap pakai dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegas mantan Wali Kota Parepare dua periode tersebut.
Taufan Pawe juga membagikan rekam jejak perjuangan selama tujuh tahun saat menginisiasi pendirian ITH sejak tahun 2014 di masa kepemimpinan Presiden SBY, hingga kampus negeri tersebut resmi berdiri dan beroperasi penuh mulai tahun 2021.
Suasana sosialisasi semakin hidup pada sesi dialog interaktif. Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital asal Probolinggo, Wahyudi, menyampaikan apresiasinya karena dapat berkuliah di perguruan tinggi negeri berkualitas dengan biaya yang terjangkau berkat hadirnya ITH. Sementara itu, menjawab pertanyaan dari mahasiswa asal Papua terkait implementasi pilar NKRI, Taufan berpesan agar para mahasiswa belajar dengan giat dan siap kembali membangun daerah asalnya.
“Papua memiliki otonomi khusus dan membutuhkan perhatian besar. Adik-adik dari Papua harus belajar giat tanpa mengenal kata menyerah, lalu persembahkan ilmu dan karya terbaik untuk kemajuan tanah kelahiran serta NKRI,” imbaunya.
Rektor ITH Parepare, Prof. Dr. Ir. H. Ansar Suyuti, M.T., menyambut hangat pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini. Ia mengapresiasi kehadiran Taufan Pawe yang dinilainya bukan hanya sebagai legislator, tetapi juga sosok “Bapak Pendiri ITH” yang terus memberikan perhatian bagi keberlangsungan kampus.
Prof. Ansar mengungkapkan bahwa saat ini ITH dihuni oleh mahasiswa yang berasal dari lebih dari 20 provinsi di Indonesia. Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan daerah ini menjadikan kampus ITH sebagai miniatur Indonesia yang hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para mahasiswa ITH tidak hanya unggul secara akademis dan teknologis, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kuat serta karakter kebangsaan yang kokoh.