Taufan Pawe Tekankan Kolaborasi Publik untuk Cegah Politik Uang di Pemilu 2029
BIDIKKATA.COM,BARRU — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Taufan Pawe, hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan Kemitraan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia. Sosialisasi ini berfokus pada penguatan pengawasan partisipatif masyarakat guna mengawal kualitas penyelenggaraan Pemilu mendatang.
Agenda strategis yang berlangsung di Kabupaten Barru tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, Mardiana, Ketua Bawaslu Barru, Najamuddin, serta dua Komisioner Bawaslu Barru, Mastang dan Faridah.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan menuju Pemilu 2029. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan berbagai potensi pelanggaran di lapangan.
“Kegiatan ini bertujuan mematangkan dan mengedukasi masyarakat terkait peran penting mereka dalam pengawasan Pemilu ke depan. Potensi kerawanan seperti politik uang, pelanggaran netralitas ASN, hingga bentuk pelanggaran lainnya dapat ditekan jika masyarakat terlibat aktif. Ini menjadi wadah diskusi sekaligus langkah awal kita bersiap menyambut Pemilu 2029,” ungkap Mardiana.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Taufan Pawe, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Menurut mantan Wali Kota Parepare ini, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya keterlibatan publik.
“Pengawasan partisipatif adalah kunci untuk melahirkan kualitas Pemilu yang lebih baik. Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kolaborasi kuat dengan masyarakat. Jika sekitar 100 peserta yang hadir hari ini mampu menjadi ‘terompet’ informasi di luar sana, dampaknya akan sangat luar biasa bagi edukasi politik warga,” tutur Taufan Pawe.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang kerap mencederai pesta demokrasi, mulai dari politik uang, isu independensi ASN, maraknya berita bohong (hoax), hingga bentuk intimidasi terhadap pemilih. Oleh karena itu, ia mendorong Bawaslu untuk menghadirkan terobosan kreatif dalam menggaet generasi muda, salah satunya lewat keterlibatan kampus.
“Di Barru ini terdapat beberapa perguruan tinggi. Bawaslu bisa menggelar kompetisi pembuatan konten edukatif bagi mahasiswa untuk mengorbankan semangat Pemilu bersih. Pengawasan ini harus diperkuat dan dipatenkan secara berkesinambungan—tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi ada keberlanjutan proses yang diakui,” pungkas Legislator Senayan tersebut.